Tampilkan postingan dengan label Taksonomi Tumbuhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Taksonomi Tumbuhan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Januari 2012

Penyerbukan Bunga

Majemuk: satu induk tangkai bunga, di huni oleh lebih dari satu tangkai bunga
Dapat dikelompokkan menjadi 2 macam, bahkan 3 macam, yaitu:

Kamis, 05 Januari 2012

Batang

Batang

Proses penyerapan air dari tanah (transpor) ada yang melalui ruang antar sel.
Endodermis

Endodermis berhubungan dengan tanah karena ada di dalam tanah, banyak air, jadi harus beradaptasi dan menyerap air.
Meristem apeks

Meristem apeks = Meristem ujung

Rabu, 04 Januari 2012

Dinding Sel

Dinding sel merupakan salah satu dari karakteristik dari sel tumbuhan, karena pada sel hewan tidak mempunyai dinding sel.
Dinding Sel

  • Fungsi
  1. Memberi bentuk pada sel
  2. Memperkuat isi sel
  • Pada sel muda:
  1. Tipis
  2. Makin dewasa sel tersebut dinding selnya relatif  makin bertambah tebal
Penebalan dinding masing-masing sel berbeda-beda, karena disesuaikan dengan fungsinya, sehingga bentuk sel berbeda-beda.
Selain selulose, dalam dinding sel sering terdapat lignin, hemiselulose, suberin, khitin, dsb. Untuk mengetahui adanya zat-zat tersebut dapat dilakukan reaksi mikrokimia:
  • Dinding sel pada tumbuhan kandungan terbesar adalah selulose, glukose, dan fruktose.
  • Kedua terbesar adalah hemiselulose -masih golongan karbohidrat- tapi beda dengan selulose. Kalau dihidrolisis dengan asam encer menjadi mannose dan galaktose.
  • Lignin : terdapat pada dinding sel yang telah menjadi kayu (tak ada kecambah atau tanaman muda).
  • Ada protopektin dan pektin pada dinding sel buah yang mengandung banyak gula.
  • Khitin : banyak di hewa, tapi pada fungi juga ada.
sel jika masih hidup punya protoplasma (zat hidup penyusun protoplas).
Protoplas adalah isi sel setelah membran
Bagian yang hidup dalam sel:
  • Inti (nukleus)
Nukleus
    Ada dalam plasma sel (sitoplasma), berbentuk bulat seperti lensa.
    Yang inti selnya ditengah :
    1. Masih muda
    2. Vakuolanya masih dikit dan kecil-kecil
    3. Cairannya banyak
    Inti selnya dipinggir:
    1. Memipih
    2. Sudah tua
    3. Ruangan-ruangan sudah banyak
    •  Sitoplasma atau plasma sel
    Sitoplasma
      Lebih kental daripada air. Fungsi kontrolnya adalah di membran dan dinding sel.
      • Plastida atau kromatofora
      • Mitokondria atau kondriosoma
      Plasmolema : bagian sitoplasma yang paling dekat dengan dinding sel.

      Bentuk Sel


      Sitologi Tumbuhan :
      Mempelajari bentuk dan susunan serta sifat-sifat fisik maupun kimia sel tumbuhan.
      Penemuan
      • Mikroskop
      Mikroskrop Leeuwenhook
      Oleh Zacharias Janssen dan Antonie van Leeuwenhook
      Zacharias Janssen

      Antonie van Leeuwenhook

      • Sel
      Oleh Robert Hooke pada tahun 1667
      Robert Hooke
      • Nukleus
      Oleh Robert Brown pada tahun 1831
      Robert Brown

      Bentuk sel bermacam-macam:
      1. Kubus
      2. Peluru
      3. Prisma
      4. Silindris
      5. Poliedris
      6. Memanjang
      7. dan sebagainya
      Panjang sel 1/100 - 1/10 mm atau 10 -100 nano, ada yang mencapai 25 cm atau lebih, sampai beberapa meter (misalnya sel-sel serabut dan sel-sel buluh getah). Tidak semua punya buluh getah, tetapi pohon karet punya buluh getah.




      Anatomi

      • Sitologi : tentang sel
      • Histologi : tentang jaringan (kumpulan sel yang fungsi dan bentuknya sama)
      • Organologi : tentang organ
      Organ Tumbuhan
        1. Morfologi luar : yang tampak oleh mata, contoh : akar, batang, daun   
        2. Morfologi dalam : yang tak terlihat oleh mata, contoh : penampang melintang akar (arahnya ke anatomi organ)
        Penampang melintang akar
          Referensi buku:
          1. Anatomi Tumbuhan, Fahn. 
          2. Anatomi Tumbuhan, Johanson.
          3. Morfologi Tumbuhan, Gembong Tjitro Soepomo.

            Sabtu, 10 Desember 2011

            DESKRIPSI DAN DETERMINASI TUMBUHAN

            DESKRIPSI (PERTELAAN) TUMBUHAN
             Dari hasil penelitiannya, seorang ahli taksonomi tumbuhan akan menyimpulkan dan menentukan batasan dan ruang lingkup takson-takson yang dipelajarinya. Catatan lengkap pengamatan dan analisis sifat-sifat daripada setiap takson akan dituangkan dalam serangkaian deskripsi atau pertelaan. Dalam penerbitan yang memuat hasil penelitian taksonomi tumbuhan maka pertelaan merupakan bagian yang terpenting sebab pertelaan dapat memuat data-data baku penelitian sehingga menyimpan kumpulan pengetahuan tentang takson-takson itu. Pertelaan tadi umumnya berisi sifat-sifat beserta cirinya, yang untuk sebagian besar bersumber pada sifat-sifat morfologi tumbuhan.
            Baik untuk keperluan penyusunan maupun guna pemakaian suatu pertelaan maka akan dibutuhkan pengetahuan yang cukup mengenai susunan tubuh tumbuhan berikut nama atau istilah yang dipakai untuk mengacu bagian-bagian tumbuhan tadi (fitografi). Istilah yang dipakai dalam mempertelakan tumbuhan yang dimuat dalam flora, monografi atau penerbitan lainnya jumlahnya banyak sekali. Salah satu cara untuk menguasai istilah yang banyak tadi ialah dengan mencoba mempelajari suatu jenis tumbuhan dengan seksama. Tumbuhan tadi hendaklah dianalisis sampai susunan morfologi bagian-bagian tubuhnya dapat dipahami sepenuhnya berikut dengan istilah-istilah yang dipakai orang untuk mangacu ciri-cirinya yang harus dilakukan dengan bantuan pustaka. Kemudian cobalah membuat sendiri pertelaan jenis itu berdasarkan pola seperti yang diuraikan di bawah ini dan cocokkan hasilnya dengan pertelaan yang terdapat dalam pustaka-pustaka yang telah ada.
            Sudah menjadi kebiasaan sejak dulu bahwa untuk menulis pertelaan suatu tumbuhan hendaklah ditulis dalam bentuk yang singkat, ringkas tapi padat seperti kalau orang menulis telegram. Sekalipun demikian suatu pertelaan yang baik akan mampu memberikan gambaran yang lengkap tentang suatu kelompok taksa tumbuhan karena dalam penyusunannya telah dipakai istilah-istilah teknik yang mempunyai makna yang jelas dan tegas untuk setiap katanya. Mengingat fungsinya yang penting dalam  taksonomi tumbuhan maka isi pertelaan yang relative pendek itu haruslah tepat, terperinci dengan lengkap dan menyeluruh serta dapat diperbandingkan dengan sesamanya.  Untuk keperluan yang terakhir ini maka penyusunan pertelaan itu biasanya mengikuti suatu pola atau skema tertentu yang urut-urutannya konsisten.
            Urutan yang biasa dipakai orang dalam mempertelakan suatu jenis tumbuhan beserta setiap oragannya ialah dari yang umum sampai yang khusus, dari dasar ke ujung, dari bagian luar ke bagian dalam dan dari organ itu secara umum sampai kepada bagian-bagiannya secara terperinci sendiri-sendiri. Jadi dalam mempertelakan  sekuntum bunga maka orang makka orang akan mempertelakannya mulai dari sifat-sifat umum seperti macam kelamin, simetri dan diteruskan dengan bagian-bagiannya seperti sifat tangkai bunga, kelopak tambahan, kelopak, mahkota, benang sari, tangkai sari, kepala sari, kepala putik, tangkai putik, bakal buah, dan bakal biji.